Sekarsari, Jane and Panjaitan, Fajar Naek (2015) Peringkat dan Penanganan Risiko Dominan Konsultan Pengawas Jalan dan Jembatan di Kabupaten Bogor. Jurnal Sipil, 15 (1). pp. 33-48. ISSN 1411-9064

[img]
Preview
Text
4. Jurnal Fajar (33-48) OK.pdf

Download (397kB) | Preview

Abstract

Dalam setiap proses konstruksi selalu terdapat suatu risiko, termasuk pada proyek jalan dan jembatan. Risiko dalam proyek konstruksi sebenarnya dipikul oleh banyak pihak yang terlibat dalam proyek. Pada umumnya penelitian risiko hanya diidentifikasikan dari pihak owner dan kontraktor saja, belum banyak ditemukan dari pihak Konsultan Pengawas khususnya pada proyek jalan dan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peringkat dan penanganan dari risiko–risiko dominan yang berpengaruh terhadap Konsultan Pengawas Jalan dan Jembatan di Kabupaten Bogor. Penelitian ini secara umum dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan sampel Konsultan-Konsultan Pengawas jalan dan jembatan di Kabupaten Bogor sebagai responden dari kuesioner dan sumber wawancara. Hasil variabel yang disusun peneliti bersumber dari studi literatur, terlebih dahulu divalidasi kepada 5 (lima) orang pakar yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Selanjutnya kuesioner disebar kepada 40 (empat puluh) responden. Data hasil kuesioner diuji kevalidan dan reliabilitasnya, untuk kemudian dianalisis dengan Analisa Tingkat Penerimaan Risiko dengan mengalikan nilai rata-rata frekuensi dan nilai rata-rata pengaruh untuk mendapatkan nilai tingkat risiko dan mengetahui peringkat risiko-risiko dominan. Tahap terakhir adalah melakukan wawancara kepada 5 (lima) orang pakar tersebut untuk mengetahui penanganan risiko-risiko dominan dari hasil penelitian. Hasil peringkat risiko-risiko dominan tersebut adalah: (1) Keterlambatan proyek jalan dan jembatan dimulai; (2) Laju pencapaian pekerjaan jalan dan jembatan volume rendah; (3) Revisi dan distribusi gambar kerja lambat; (4) Lambatnya persiapan administrasi kerja; (5) Personil konsultan pengawas jalan dan jembatan kerja lembur; (6) Data desain jalan dan jembatan tidak lengkap; (7) Ketidaklengkapan laporan mingguan/ bulanan dan dokumentasi; (8) Pengurangan nilai kontrak pengawasan jalan dan jembatan. Penanganan risiko dengan cara mengurangi risiko (risk reduction) adalah yang dilakukan terhadap kedelapan risiko dominan yang termasuk kategori risiko yang tidak dapat diterima (unacceptable).

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Department of Civil Engineering
Depositing User: FTSP UNIVERSITAS TRISAKTI
Date Deposited: 23 Aug 2017 06:18
Last Modified: 23 Aug 2017 06:18
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/180

Actions (login required)

View Item View Item