Asmarandani, Diah (2014) Estetika Keburukan Topeng Bondres:Perspektif Dekonstruksi Jacques Derrida. Doctoral thesis, Universitas Indoensia.

[img] Text
Disertasi X Diah.A 0906506706.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (23MB)
Official URL: http://lib.ui.ac.id/detail?id=20390527&lokasi=loka...

Abstract

Disertasi ini mengulas pemaknaan estetika keburukan topeng bondres Bali sebagai tokoh dalam dramatari topeng Bali. Pembahasan ini diawali dengan epistemologi tentang topeng (bondres) sebagai sebuah realitas dari representasi dari “ada‟ atau sebagai karakter manusia yang terwakili oleh topeng. Maskharah dalam bahasa Arab berarti „badut‟, yang berasal dari kata kerja „Sakhira‟ yang artinya „mengejek‟, sedangkan dalam bahasa Romawi Kuno topeng dapat diartikan sebagai „Persona; atau „Prosophone‟ yang artinya manusia. Dalam dramatari topeng Bali, topeng bondres (tokoh rakyat) ditampilkan dengan ekspresi wajah buruk sebagai makna transformasi personal dan transformasi sosial. Dengan memanfaatkan dasar kosmologi topeng (bondres) yang pembacaannya disandingkan dengan pemikiran inti Jacques Derrida, melalui dekonstruksi Derida menolak gagasan ordinat dan subordinat atau mengunggulkan yang satu dengan meminggirkan yang lain, konsep utamanya adalah menolak kebenaran tunggul. Melalui dekonstruksi Derrida dapat diperoleh teks dan makna baru melalui pembacaan ulang. Dengan differance , pembacaan perbedaan yang langsung dapat menampung 2 hal yang berbeda, pembacaan perbedaan terhadap totalitas makna dalam teks. Dengan grammatology secara garis besar merupakan ilmu „tanda dari tanda‟, dalam hal ini keburukan topeng Bondres merupakan tanda yang merujuk pada tanda yang lain, dan bagi Derrida, tanda adalah trace atau jejak yang berkaitan dengan „kehadiran‟ dan sekaligus sebagai „ketidakhadiran‟. Studi ini menghasilkan, bahwa dalam sistem kosmologi Bali, nilai keburukan topeng bondres merupakan sesuatu yang berdiri sendiri , otonom dan mandiri, eksistensi nilai keburukan yang menempati ruang kesadaran masyarakat Bali sebagai sistem nilai yang tak terpisahkan dari sistem nilai kehidupan. Pembacaan makna kosmologi topeng Bondres disandingkan dengan beberapa pemikiran-pemikiran Derrida, Topeng Bondres dapat dipahami sebagai dimensi keburukan estetis yang otonom dan sama nilainya dengan kecantikan karena mampu menghasilkan sensasi estetis yang sama. Topeng bondres mempunyai penilaian bentuk (form) dan penilaian isi (content) , penilaian terbuka dan penilaian yang tersembunyi yang hadir karena peran dan fungsi bondres dalam pertunjukan topeng; penilaian ini berkenaan dengan emosi,afeksi dan apresiasi manusia yang terangkum dalam bingkai-bingkai (frame) yang terbentuk. Sehingga topeng Bondres dapat mengkonstruksi kategori-kategori baru bahwa dalam keburukan wajah terkandung dimensi kebebasan manusia yang sublim.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
Divisions: Faculty of Art and Design > Department of Product Design
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 15 Sep 2017 08:28
Last Modified: 15 Sep 2017 08:28
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/287

Actions (login required)

View Item View Item