Setiawan, Budi (2012) Kajian Desain Bangunan Bambu Desa tembu, Yogyakarta. Masters thesis, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti.

[img] Text
Tesis Budi Setiawan_GABUNG.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (634MB)

Abstract

Negara Indonesia menghadapi masalah besar dalam situasi perumahan. Kurangnya substansial perumahan, khususnya perumahan kualitatif yang memadai sesuai dengan kebutuhan material dan imaterial penduduk – atau yang dikenal dengan sebutan “backlogs”. Peran bambu dalam konstruksi rumah telah substansial di manamana tumbuh secara alami, termasuk di Indonesia, di mana lebih dari 70% dari perumahan atau permukiman masyarakat menengah kebawah yang terbuat dari bambu. Namun, teknologinya berasal dari tradisi keluarga turun temurun, masih sangat dasar dan sangat sederhana. Bambu memiliki banyak keuntungan meskipun yang telah menjadi alasan bagi negara-negara lain untuk berinvestasi dalam penelitian pada peningkatan teknologi konstruksi bambu untuk perumahan. Memanfaatkan pengalamanpengalaman yang diperoleh di negara-negara lain dan memperkenalkan teknologi baru, lebih tahan lama dan berkelanjutan, teknologi bambu di Indonesia sangat mungkin berkontribusi terhadap solusi dari masalah perumahan saat ini. Meskipun bambu dapat ditemukan diseluruh wilayah Indonesia, hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian bambu pada bangunan adalah “emotional design”. Desain yang diterapkan juga perlu memperhatikan budaya dan kebiasaan atau pola hidup masyarakat pengguna. Tentu saja gaya desain bangunan di Sumatera Barat akan berbeda dengan di Jawa Barat. Begitu pula dengan kebiasaan dan cara hidup masyarakatnya sehari-hari. Oleh sebab itu sosial budaya masyarakat akan berkolaborasi dengan estetika dalam pengkajian fenomena desain ini. Hasil sub-penelitian telah mengarah pada kesimpulan berikut. Ada beberapa kendala utama menuju pengembangan teknologi yang dihasilkan dari pengaturan nasional di Indonesia. Pada dasarnya, negara tidak memiliki dasar yang solid untuk inisiatif tentang pengembangan teknologi. Kendala ini harus diatasi oleh waktu. Selain itu, setiap upaya nasional untuk investasi di Indonesia dapat membentuk masalah karena orang-orang ini mengambil posisi marjinal di negara ini. Untuk pengembangan teknologi konstruksi bambu pada umumnya, sebuah kendala besar terbentuk oleh fakta bahwa bambu memiliki status rendah sebagai bahan bangunan untuk rumah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 16 Oct 2017 05:38
Last Modified: 19 Oct 2017 04:40
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/325

Actions (login required)

View Item View Item