Wiyoso, Aghastya (2015) Perubahan Nilai Monumentalitas pada Karya Monumental Era Pemerintahan Soekarno di Kota Jakarta. Doctoral thesis, Institut Teknologi Bandung.

[img] Text
Aghastya_full2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

Monumentalitas di bidang arsitektur, seni rupa dan desain merupakan pokok bahasan yang penting mengingat substansi ”nilai pengingatan” nya yang demikian esensial di samping pelibatan nilai-nilai lain yang melengkapinya seperti ”keunggulan”; ”keabadian” untuk studi-studi dengan pendekatan kesejarahan, psikologis, estetik. Selain kandungan nilai tersebut monumentalitas memiliki sejumlah indikator pembentuk yang bersifat fisik (teraga/tangible), lazim dikenal sebagai manifestasi estetik, dan yang bersifat non fisik (tak teraga/ intangible), diekspresikan secara simbolik, berkaitan dengan representasi ideologi, unsur personal. Keduanya disalurkan dengan cara tertentu untuk ditanggapi pengamat dengan pelibatan segenap sensasi yang menghantarkannya pada penilaian monumental pada sebuah fenomena. Monumentalitas dalam praktiknya tidak hanya terkait dengan objek monumen (intensional /deliberate monument) namun juga objek yang berspirit monumen, sebagai monumen unintentional bahkan juga ide-ide, aksi dan tindakan. Monumentalitas menjadi bahasan yang kompleks, menyangkut dari sisi mana keberadaannya, apakah pada sisi objek amatan atau subjek pengamat, juga berkaitan dengan universalitas dan pertikularitas interpretasinya. Sementara itu isu monumentalitas mengalami resistensi luar biasa dan memperoleh konotasi pejoratif pada era Modern dengan bergesernya ideologi politik yang terjadi di tengah masyarakat Barat. Walaupun demikian fenomena monumentalitas dalam konteks monumen intensional dengan signifikansi muatan nilainya hadir kembali untuk kebutuhan masyarakat baru dengan sejumlah kritik, anti tesa, pengayaan dan sebaginya yang mengiringi perubahannya. Sementara itu di wilayah unintentional monument perubahan terjadi mengikuti pergeseran worldview era millenia. Perubahan ini pula yang menjadi isu penting dan menarik. Setelah dilakukan pengamatan terhadap sejumlah literatur, jurnal dan fakta di lapangan terjadi tendensi perubahan pada nilai dan indikator pembentuk monumentalitas. Mengemuka kemudian permasalahan utama yang perlu diteliti mengenai bagaimana bentuk perubahan (dan kesinambungan) yang terjadi pada monumentalitas sebagai nilai dan indikator pembentuknya baik yang fisik maupun non fisik. Penelitian yang dilakukan merupakan multistage research dengan melibatkan tahapan penelitian teoritis yang bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis formal, kemudian tahap penelitian empiris yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan persepsi dan tahap akhir adalah penelitian yang bersifat interpretatif dengan melibatkan narasumber. Sebelumnya dilakukan penelitian awal yang bermuara pada perumusan pemahaman dasar, nilai dan indikator pembentuk monumentalitas yang disepakati berlaku saat ini dan masa lampau berdasarkan masukan narasumber melalui proses wawancara dan focus group discussion, melengkapi informasi hasil telaah jurnal dan literatur. Sejumlah objek penelitian berupa karya monumen (intensional) dan arsitektur yang dibangun pada pemerintahan Soekarno dihadirkan, tidak hanya untuk diukur capaian monumentalitasnya secara teoritis, persepsional dan interpretatif namun juga untuk ditelusuri bagaimana tendensi perubahan dan kesinambungan monumentalitas yang terjadi. Diupayakan pula deteksi nilai atau indikator yang tereliminasi, melemah, menguat, bertransformasi dan muncul sebagai sesuatu yang baru. Hasil penelitian kemudian memperlihatkan terjadinya perubahan mendasar dari persepsi mengenai monumen (intensional) yang senantiasa terikat pada kriteria fisikal menuju hal-hal yang bersifat imaterial dengan moda komunikasi yang lebih dialogis. Pada karya arsitektur, monumentalitas pun tidak semata mendominasikan bentuk besar dan kontras, namun menghadirkan keselarasan dengan lingkungan, dengan tetap mengapresiasi prinsip orientasi keberadaan melalui sumbu-sumbu visual yang strategis. Terjadi pula perubahan dari dominasi penguasa kepada partisipasi publik, dari tendensi mengecilkan pengamat menuju penggugahan (evoking) respons positif masyarakat. Sementara pendekatan ukuran yang serba besar tidak menjadi kemutlakan lagi. Peran teknologi, media baru yang mentransformasi kestatisan menjadi gerak, realitas menjadi virtualitas atau paduan realitas-virtualitas tidak terelakkan hadir dalam fenomena monumentalitas yang lebih dekat dengan ekspektasi masyarakat kontemporer. Disamping perubahan tadi ada pula yang bertahan berkaitan dengan nilai monumentalitas, yaitu pengingatannya, intensitas dan curahan ekspresi.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Art and Design > Department of Interior Design
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 20 Oct 2017 06:51
Last Modified: 20 Oct 2017 06:51
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/345

Actions (login required)

View Item View Item