Ariani, Ariani (2015) Perubahan Fungsi pada Museum Fatahillah Ditinjau dari Teori Poskolonial. Humaniora, 6 (4). pp. 483-495. ISSN 2087-1236

Full text not available from this repository.
Official URL: http://journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/art...

Abstract

The Museum of Jakarta Historical, which popularly known as Fatahillah museum, is one of the importance historical buildings in Indonesia with abudance hictorical value. This neoclassic architectural building that was built around the 17th century had already been altered its function for several times, such as: a city hall (stadhius), the house of parliament, a prison especially to hang the convict, a military dorm in the end of colonial period, and a museum in the independence period. All changes of the Fatahillah Museum were observered with qualitative method accompanying with hermeneutics approach to describe its post-colonial study as a relevance result to its casual critical issue and culture. Hence, it could give another perspective of the meaning behind the colonization that ever happened and its impact nowadays. Today, the Fatahillah museum is still standing strong and majestic. The beauty of the architecture becomes a marker that colonial architecture has contributed indirectly to the development of architecture in Indonesia, apart from its function in the past. By studying the interpreted means of the Fatahillah Museum changes in function, the inheritance task is to care for and to preserve the Fatahillah Museum as one of historical witnesses Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal sebagai museum Fatahillah merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang sarat dengan nilai sejarah. Bangunan dengan arsitektur yang bergaya neoklasik ini mulai dibangun pada abad ke-17 dan telah mengalami perubahan fungsi beberapa kali pada masa kolonial, yaitu sebagai balai kota (stadhuis) sekaligus sebagai dewan pengadilan, penjara, tempat melaksanakan hukuman gantung, asrama tentara, hingga akhirnya menjadi museum Fatahillah pada masa pasca-kemerdekaan. Perubahan fungsi tersebut dikaji dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutika. Hasil analisis dideskripsikan dari sudut pandang teori poskolonial, sehingga dapat membuka pemahaman lain mengenai makna di balik penjajahan yang dialami dan dampak yang dirasakan sekarang. Kini bangunan museum Fatahillah masih berdiri dengan kokoh dan megah. Keindahan arsitektur menjadi penanda bahwa secara tidak langsung arsitektur kolonial telah memberikan kontribusi bagi perkembangan arsitektur di Indonesia, terlepas dari fungsinya di masa lalu. Dengan mempelajari makna-makna yang dapat ditafsirkan melalui perubahan-perubahan tersebut, tugas kita adalah menjaga dan melestarikan keberadaan museum Fatahillah sebagai salah satu saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Item Type: Article
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Art and Design > Department of Product Design
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 13 Dec 2017 03:53
Last Modified: 13 Dec 2017 03:53
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/500

Actions (login required)

View Item View Item