Haryanto, Tjhin (2012) Perkembangan bentuk bukan jendela pada bangunan pemerintahan belanda studi kasus : Pada bangunan museum Fatahillah dan gedung Arsip Nasional Jakarta. Masters thesis, Fakultas Seni Rupa Dan Desain,USAKTI.

[img] Text
Tesis Tjhin Haryanto_GABUNG.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Sejarah Jakarta tidak lepas dari jajahan belanda selama 3,5 abad, sepanjang perjalanan sejarah tersebut berkembang arsitektur-arsitektur di Indonesia. Khususnya dikawasan kota tua yang dimana pada abad 15 menjadi kota yang ramai akan perdagangan. Akan tetapi Negara belanda tergiur akan kekayaan alam Indonesia sehingga ingin menguasai seluruh kekayaan alamnya. Selama perjalanan sejarah arsitektur kolonial belanda berkembang cukup pesat di kota Batavia yang pada saat ini menjadi Jakarta. Dimana bangunan-bangunan pemerintahan dibangun kokoh di tengah kota Batavia.Pada saat itu belanda membangun tanpa memperhatikan iklim setempat, sehingga bangunan yang dibangun tidak nyaman untuk di tinggal. Pada abad 17, arsitektur kolonial beralkulturasi dengan arsitektur local khususnya jawa. Dimana pada saat itu bangunan jawa sudah beradapatasi dengan lingkungan.rsitektur yang terbentuk didalam bangunan kolonial terjadi khususnya pada bukaan jendela yang menggunakan sirip kisi-kisi atau lubang angin. Penelitian ini diharapkan dapat berguna membantu meminimalkan penggunaan energy buatan dan berahli ke energy alami seperti pada zaman kolonial pada saat itu. Tujuan dari penelitian ini, agar Indonesia mengenal lebih banyak bahwa arsitektur kolonial belanda tersebut belajar dari arsitektur local. Sehingga dapat menjadi suatu kebanggaan bagi Negara kita.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Art and Design > Master Program in Design
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 14 Feb 2018 11:59
Last Modified: 14 Feb 2018 11:59
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/746

Actions (login required)

View Item View Item