Irma Adisurya, Susy (2009) Eksistensi dapur di dalam rumah susun sederhana tipe 27,25M2-38,25M2 di jakarta Studi kasus: Rusun Tebet dan Tanah Abang. Masters thesis, Fakultas Seni Rupa Dan Desain,USAKTI.

[img] Text
Tesis Susy_GABUNG.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Keputusan Presiden No.22 Tahun 2006 tentang koordinasi Perencanaan Pembangunan Rumah di Kawasan Perkotaan (Tim Koordinasi PPRSKP)l membuat keberadaan rumah bertingkat (vertical housing) menjadi solusi bagi pemenuhan perumahan penduduk di kota besar dengan di bangunnya Rumah Susun (RUSUN). Keberadaan Rusun di Indonesia ini terbagi atas 3 tipe, yaitu (1) Rumah susun mewah, (2) Rumah susun golongan menengah, dan (3) Rumah susun sederhana. 1 Rumah Susun Sederhana (RUSUNA) menurut pemerintah adalah berukuran 18 m2, 25 m2, dan 36 m2. Departemen Pekerjaan Umun (DPU) pemda DKI, menetapkan ukuran dapur Rusun tipe 25 m2 – 36 m2 adalah 4 m2, karena itu maka perlu perencanaan dalam hal sirkulasi proses kerja, penghawaan, pencahayaan dan penyimpanan alat masak dan alat makan, agar pengguna dapat aman dan nyaman dalam beraktifitas didalam dapur. Untuk mencapai kenyamanan dalam beraktifitas di dapur perlu dilakukankan studi gerak pengguna. Keadaan tersebut menjadi alasan penulis memilih ergonomi kegiatan memasak di rumah susun sebagai obyek penelitian. Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari ukuran manusia, agar manusia dapat hidup dengan nyaman dan puas dalam melakukan kegiatan.2 Tolok ukur untuk menilai keberhasilan ergonomi adalah tercapainya kenyamanan, efisiensi, keamanan dan citra penampilannya.3 Dalam penelitian dilihat sejauh mana pengaruh hubungan aktifitas dengan faktor ergonomi, mempengaruhi bentuk desain dapur. Dengan metode penelitian kualitatif peneliti melakukan observasi dan pendataan terhadap sembilan unit hunian rusun sederhana di wilayah Tebet dan Tanah Abang. Hasil analisis menunjukan keterkaitan antara aktifitas penggunan dapur dengan bentuk desain dapur. Untuk desain dapur kecil yang mampu menampung semua kegiatan serta menyimpan semua peralatan masak dan makan, maka perencana atau desainer mengorganisir kebutuhan berdasarkan urutan kegiatan di dapur. Desain dapur yang baik, yaitu memenuhi fungsi dan kegiatan pengguna sesuai perilaku dan tatacara memasak serta peralatan yang berbeda. Penelitian ini menghasilkan acuan ergonomi dalam beraktifitas di dapur. Data penelitian ini diusulkan menjadi acuan praktis yang dapat dijadikan masukan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU), para pengembang rumah susun di Indonesia dan masyarakat umum yang memerlukan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Art and Design > Master Program in Design
Depositing User: FSRD Lib Trisakti
Date Deposited: 02 Feb 2018 08:11
Last Modified: 02 Feb 2018 08:11
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/749

Actions (login required)

View Item View Item