Agustina, Jan and Damayanti, Julia and Anwar, Yasier (2012) Elemen-elemen Implementasi SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada Kontraktor Lokal Proyek Gedung Bertingkat yang sudah menerapkan OHSAS 18001:2007. Manajemen Konstruksi Konteks 6 (6). pp. 195-210.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://konteks.id/p/06-063.pdf

Abstract

Setiap organisasi baik yang besar ataupun kecil, memiliki risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sesuai dengan sifat dan jenis kegiatannya masing-masing, sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor yang paling beresiko terhadap kecelakaan kerja, sebagian besar tenaga kerja pada sektor ini berstatus tenaga kerja harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja formal dengan perusahaan. Perkembangan konsep SMK3 mendorong timbulnya kebutuhan untuk menetapkan suatu standar SMK3 yang dapat digunakan. Dari sini lahirlah sistem penilaian kinerja K3 yang disebut OHSAS 18000 (Occupational Health and Safety Assesment Series). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengetahui sejauh mana pengaruh elemen-elemen implementasi SMK3 pada OHSAS 18001:2007 dengan pendekatan PDCA (plan-do-check-action) yang telah diterapkan oleh kontraktor dalam proyek konstruksi gedung bertingkat. Berdasarkan tingkat kepentingan dan pelaksanaan, dengan metode IPA (Importance Performance Analysis) kemudian mengkaji dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) didapatkan strategi dan sasaran terbaik. Elemen-elemen dalam OHSAS 18001:2007 dikelompokan kedalam 3 klausul yaitu: (1) Kebijakan dan Perencanaan, (2) Implementasi dan Operasi, (3) Evaluasi dan Tinjauan Ulang. Pengumpulan data dilakukan terhadap kontraktor lokal yang bersetifikat OHSAS 18001, data yang terkumpul 50 set. Hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa: kontraktor telah menerapkan SMK3 OHSAS 18001:2007 dengan baik, hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata pada diagram matriks Importance Performance Analysis yang memberikan hasil pada tingkat kepentingan dengan skor > 4 (Penting) dan pada performa dengan skor > 4 (Belum Sempurna), tetapi sesuai dengan tujuan SMK3 yang bertujuan untuk menghindari adanya kecelakaan pada lokasi kerja, maka kontrakor perlu melakukan perbaikan pada pemahaman dan pelaksanannya. Sedangkan untuk faktor- faktor yang memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tidak seimbang perlu dilakukan penerapan yang lebih baik lagi.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Department of Civil Engineering
Depositing User: FTSP UNIVERSITAS TRISAKTI
Date Deposited: 02 Jul 2018 06:35
Last Modified: 02 Jul 2018 06:35
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/805

Actions (login required)

View Item View Item