Analisis Pasal16a Convention on the Elemination of Discrimination Against Woman(CEDAW) Dalam Hukum Keluarga di Thailand

Retnowulandari, Wahyuni (2016) Analisis Pasal16a Convention on the Elemination of Discrimination Against Woman(CEDAW) Dalam Hukum Keluarga di Thailand. Jurnal Hukum, XXXIII (1). pp. 1966-1991. ISSN 1412-2723

[thumbnail of wahyuni retnowulandari1.pdf]
Preview
Text
wahyuni retnowulandari1.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Equity in marriage and is faily relations is one of the verses in Convention on the Elemination of Discrimination Against Woman (CEDAW) which must be applied in any State laws that have ratified CEDAW Thailand as one of the countries in ASEAN's unique because it has never been colonized and the Buddhist majority and Muslim minority have ratified CEDAW Therefore, this study illustrates how the rights of men and women to enter marriage in family law in Thailand, whether they can apply it well in Thai society legislation and "Thai Muslims" and is there any obstacles to implementation. From the analysis of the normative studies can be drawn that the Civil Code Family Law Article 16a of Thailand has adopted a de jure, except for the people of South Thailand, "Thai Muslims" are not subject to the Civil Code, but rather use the Sharia. The main obstacle in its application is the politics and culture / religion that has been rooted in tradition. Equity in marriage and faily relation (hak yg sama untuk: memasuki jenjang perkawinan) adalah salah satu ayat dalam Convention on the Elemination of Discrimination Against Woman (CEDAW) atau Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan yang harus diterapkan dalam setiap peraturan perundangan negara yang telah meratifikasi CEDAW. Thailand sebagai salah satu negara di ASEAN yang unik karena tidak pemah dijajah, dengan mayoritas penduduknya bergama Budha dan minoritas Islam telah mratifikasi CEDAW. Bagaimana hak laki-laki dan perempuan untuk memasuki perkawinan dalam hukum keluarga di Thailand, apakah mereka dapat menerapkannya dengan baik di peraturan perundangan masyarakat Thai dan "Thai muslim" serta adakah kendala-kendala dalam penerapannya. Dari analisis kajian normatif, dapat digambarkan bahwa Code Civil Hukum Keluarga Thailand telah menerapkan Pasal 16a secara de jure, kecuali untuk masyarakat Thailand Selatan "Thai Muslim" yang tidak tunduk pada Code Civil tersebut, melainkan menggunakan ketentuan Syari'ah. Kendala yang utama dalam penerapannya adalah politik dan budaya/ agama yang telah mengakar secara tradisi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: CEDAW, hak perempuan, Thailand
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Undergraduate Program in Law
Depositing User: Diona Diona Diona
Date Deposited: 31 Jul 2017 05:08
Last Modified: 31 Jul 2017 05:08
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/127

Actions (login required)

View Item View Item
View My Stats