Menggali Potensi Padung-Padung Sebagai Aternatif Elemen Estetik Aplikatif Budaya Kontemporer : Acknowledge the Potential of Padung-Padung as an Alternative for Applied Aesthetic Element in Contemporary Culture

Ariani, Ariani (2014) Menggali Potensi Padung-Padung Sebagai Aternatif Elemen Estetik Aplikatif Budaya Kontemporer : Acknowledge the Potential of Padung-Padung as an Alternative for Applied Aesthetic Element in Contemporary Culture. In: Seminar Nasional Seni Tradisi, 16-17 Desemeber 2014, FSRD Universitas Trisakti.

[thumbnail of PROSIDING_D_Ariani.pdf]
Preview
Text
PROSIDING_D_Ariani.pdf - Published Version

Download (500kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Suku Karo di Sumatera Utara sebagai bagian dari banyak suku di Indonesia memiliki khazanah seni dan budaya yang beragam. Salah satunya adalah perhiasan unik yang disebut padung-padung. Padung-padung adalah sejenis anting-anting yang memiliki ukuran cukup besar dengan berat berkisar 1.5-2 kg, digunakan wanita Karo pada masa lalu sebagai perhiasan sekaligus simbol status. Selain memiliki keunikan dan keindahan, padung-padung seperti halnya ornamen-ornamen kebudayaan lokal lainnya di Indonesia, ditengarai sarat akan makna filosofis yang memperkaya adat dan tradisi suku Karo. Ironinya, saat ini Padung-padung dalam sekilas pandangan hanya menjadi bagian dari sejarah atau tersembunyi dan terlupakan dari peradaban suku Karo masa kini. Saat ini, Padung-padung sama sekali tidak lagi digunakan, bahkan banyak masyarakat Karo terutama generasi mudanya yang tidak mengenalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik kembali keberadaan padung-padung di masa lalu, mengidentifikasi makna dan peranannya serta penyebab hilangnya Padung-padung dari kehidupan suku Karo. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan menggali potensi peranan padung-padung dalam budaya kontemporer saat ini, salah satunya sebagai elemen estetik yang aplikatif (desain) sebagai upaya untuk melestarikan keragaman seni dan budaya Indonesia. Metode kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil analisis dengan pendekatan hermeneutika yang mengedepankan 9 unsur pemandu terbentuk dan berkembangnya objek artefak. 9 unsur tersebut terdiri dari aspek fungsi praktis utiliter, status simbol, citra estetik artistik, bio physics, psychology, sosio kultural, material, teknik/skill/tools, dan energi yang digunakan. Seni dan budaya Karo merupakan representasi tingginya peradaban Karo dan peradaban nasional kita, maka sudah menjadi tanggung jawab kita secara bersama-sama untuk merawat keberadaannya dengan mengembangkannya dalam wujud yang tidak saja lestari namun juga berkesinambungan. Kata kunci: padung-padung, kontemporer, desain, berkesinambungan ABSTRACT Karo of North Sumatra as part of many tribes in Indonesia known has rich variaty of arts and cultures. Among them is a unique jewelry named Padung-padung. Padung-padung is a kind of earings with admireably large size and weighing about 1.5-2 kg, represent woman status in Karo society in the past. Despite its uniqueness and beauty, like others Indonesian local culture elements, Padung-padung is suspected contain philopsophy meaning enrich the custom and tradition of Karo tribe. The ironi is, in present time in our glance of sight, Padung-padung just ended as part of historical library or hidden and forgotten beneath the present life of Karo civilization. Today, Padung-padung has not even once ever been used, many Karo’s people especially their youngter not even recognice it ever existence in their roots. The research will dedicate to investigate the existance of Padung-padung in past, to identify its meaning and its role as well as to discover the reasons why Padung-padung lost their existance from Karo tribe’s current life, to acknowledge its future potent role in today Indonesia contemporary culture, one of them is as an applicable aesthetical elements (design) as an effort to preserve the diversity of Indonesian arts and cultures. Qualitative research will be conducted respectedly to descibe its analyzis result, accompanied with hermeneutics approach and theits 9 elements of artifact former & developer guidance. Those 9 elements are: utilitary practical function, symbolic status, artistic-aesthetic image, bio physics, psychology, sosio-cultural, material, technic/skills/tools, and applied energy. The art and culture of Karo is a representation of Karo high civilization as well as our national civilization, so should we

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
Divisions: Faculty of Art and Design > Undergraduate Program in Product Design
Depositing User: FSRD Trisakti
Date Deposited: 24 Jul 2017 02:27
Last Modified: 31 Jul 2017 02:18
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/14

Actions (login required)

View Item View Item
View My Stats