CULTURAL PLURALITY WITHIN THE CONCEPT OF JAVANESE HARMONY IN KAUMAN YOGYAKARTA

Rianingrum, Cama Yuli (2019) CULTURAL PLURALITY WITHIN THE CONCEPT OF JAVANESE HARMONY IN KAUMAN YOGYAKARTA. International Journal of Creative Future and Heritage (TENIAT) Vol. 7, No. 1, 7.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRACT Harmony is a synchronous integration of differences and pluralities which in their respective original states succeed in adjusting to each other thereby forming a balanced union. In the context of Javanese culture called selaras, namely is the creation of a comfortable and beautiful existence within a diversity. One of the visual forms of Javanese harmony can be observed in a residential settlement in Yogyakarta, an area of Javanese cultural heritage from the 17th century. A qualitative descriptive analysis method was used aimed to describe the interrelationships and interweaving of all forming aspects reflecting the adaptation process which enabled the creation of such harmonious condition in a residential settlement. Today, this settlement possesses a unique characteristic, that takes the form of a residential settlement where three cultures, namely the Javanese, Islamic, and modern cultures, are blended in harmony. This condition developed as a result of the community’s adherence to Javanese cultural traditions during their adaption to changes and developments over the course of time. ABSTRAK Harmoni adalah suatu kondisi yang serasi dari perbedaan dan pluralitas yang kemudian dengan bentuk aslinya masing-masing dapat saling menyesuaikan dan menyatu dengan seimbang. Dalam Budaya jawa disebut selaras, yaitu terciptanya kehidupan yang nyaman dan indah dalam keragaman. Salah satu wujud harmoni Jawa secara visual dapat terlihat di sebuah permukiman di Yogyakarta, yang merupakan suatu wilayah permukiman warisan budaya Jawa dari abad ke-17. Digunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan keterkaitan dan jalinan semua aspek pembentuk yang mencerminkan proses adaptasi sehingga terbentuk harmonisasi permukiman. Pada masa kini, permukiman ini memiliki keunikan yang khas yaitu sebuah bentuk permukiman yang merupakan perpaduan yang harmonis dari tiga budaya, yaitu budaya Jawa, Islam, dan budaya modern. Kondisi yang terbangun karena masyarakatnya taat pada tradisi budaya Jawa dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan dan perkembangan jaman.

Item Type: Article
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Art and Design > Master Program in Design
Depositing User: FSRD Trisakti
Date Deposited: 31 Aug 2020 04:51
Last Modified: 31 Aug 2020 10:05
URI: http://libprint.trisakti.ac.id/id/eprint/1423

Actions (login required)

View Item View Item
View My Stats